OPTIMALISASI IBADAH DI MAKKAH – MADINAH



وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلاَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
1.  Demi WAKTU.
2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN,
3. Kecuali orang-orang yang BERIMAN dan mengerjakan AMAL SALEH dan NASIHAT menasihati supaya menaati KEBENARAN dan nasihat menasihati supaya menetapi KESABARAN.
( QS. Al-Ashr : 1-3)

Perjalanan/safar HAJI/UMROH ( dari keluar rumah hingga kembali ke rumah lagi ) ,adalah PELUANG besar untuk meraih segala KEBAIKAN TANPA BATAS- DUNIA AKHIRAT.

Allah Swt berfirman;
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“…supaya mereka menyaksikan (mendapat) berbagai manfaat (dunia & akhirat) bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28).

Waktu yang relatif singkat dalam perjalanan haji/umroh hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagai AGENDA ibadah UNGGULAN. Antara lain;

A. DO’A
Seorang yang sedang pergi haji/umroh, terkumpul padanya  doa mustajab karena sbg:

a. MUSAFIR
Rasulullah Saw bersabda;
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مَسْتَجَابَاتٍ لاَشَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ اْلوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
“Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi dari ketiganya, yaitu: 1. Do’a orang tua kepada anaknya, 2. DO’ANYA MUSAFIR, 3. Doanya orang yang teraniaya ”. ( HR. At-Tirmidzi dan di-hasan-kan oleh Al-Albany).

b. Orang yang sedang HAJI/UMROH:
الْحَاجُّ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنِ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ
“Orang-orang yang mengerjakan HAJI dan UMROH adalah DELEGASI Alloh. Maka jika mereka memohon (apapun) kepada-Nya pastilah dikabulkan, dan jika mereka meminta ampun, pastilah diampuni-Nya.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

اَلْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، يُعْطِيْهِمْ مَا سَأَلُوْا، وَيَسْتَجِيْبُ لَهُمْ مَا دَعَوْا.
 “Orang-orang yang mengerjakan haji dan umroh adalah delegasi Allah ‘Azza wa Jalla, Dia berikan kepada mereka apapun yang menjadi permintaan mereka, Dia kabulkan apapun doa mereka.” (HR. Al-Bayhaqi)

c. Doa ORANG TUA kpd anaknya (cucu, buyut… dan semua keturunanya  sampai Hari Kiamat)
Rasulullah Saw bersabda;
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مَسْتَجَابَاتٍ لاَشَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ اْلوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
“Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi dari ketiganya, yaitu: 1. DO’A ORANG TUA KEPADA ANAKNYA, 2. do’anya musafir, 3. Doanya orang yang teraniaya ”. ( HR. At-Tirmidzi dan di-hasan-kan oleh Al-Albany).
وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٌ بِيَدِهِ, لَوْ قَالَ : إِنْ شَاءَ اللهُ لَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فُرْسَانًا أَجْمَعُوْنَ    متفق عليه
Rasulullah Saw bersabda, “Demi Dzat yang diri Muhammad ada di tangan-Nya (Allah), Kalau saja dia (Nabi Sulaiman As) mengucapkan INSYA ALLAH, maka  (isteri-isteri beliau) PASTI melahirkan para MUJAHIDIN di jalan Allah dan PENUNGGANG KUDA yang HEBAT semuanya.” (Muttafaqun ‘alaih).

d. Doa ORANG ISLAM kepada SAUDARANYA
Dari Abu Darda’ Ra bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda;
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ ِلأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ رواه مسلم
“Tidak seorang pun Muslim berdoa untuk saudaranya yang tanpa sepengetahuannya, kecuali ada malaikat yang berdoa untuknya, “Bagimu mendapatkan yang serupa.” (HR. Muslim)

Dari Abu Darda’ Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda;
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ِلأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ, عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلََكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ :آمِيْنَ, وَلَكَ بِمِثْلٍ رواه مسلم
“Doa seorang muslim untuk saudaranya yg tanpa sepengetahuannya, pasti diijabah oleh Allah. Di sisi kepala orang yg berdoa  ada malaikat yg ditugaskan. Setiap kali dia berdoa kebaikan utk saudaranya, maka Malaikat itu  berdoa untuknya, “Amiiin…dan bagimu mendapatkan yg serupa.” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw bersabda;
خمس دعوات يستجاب لهن : دعوة المظلوم حتى ينتصر, ودعوة الحاج حتى يصدر, ودعوة الغازي حتي يقفل, ودعوة المريض حتى يبرأ, ودعوة الأخ لأخيه بظهر الغيب, وأسرع هذه دعوات إجابة دعوة الأخ لأخيه بظهر الغيب
“Ada 5 doa Mustajab, 1. Doa orang yg terdzolimi sampai ia ditolong, 2. doa orang haji sampai usai, 3. doa seorang pejuang sampai ia pulang, 4. doa orang sakit sampai ia sembuh, 5. doa seorang muslim untuk saudaranya yg tanpa sepengethuannya. Dan yg paling cepat dari semua itu adalah doa seorang muslim untuk saudaranya yg tanpa sepengetahuannya.” (HR. Al-Baihaqy).

TEMPAT-TEMPAT ISTIMEWA UNTUK BERDOA DI MAKKAH
Allah Swt mengaungerahkan kepada kita tempat2 istimewa  sebagai wasilah terkabulnya segala DOA dan diberikannya semua PERMINTAAN. Antara lain;

1. MULTAZAM (tempat di antara Pintu Ka’bah dan Hajar Aswad )
Dari Ibnu ‘Abbas Ra bahwa ia beriltizam (menempelkan tubuhnya; kening, dada dan kedua tangannya) di antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah dan berkata,
مَا بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ يُدْعَى الْمُلْتَزَمُ لاَ يَلْزَمُ بَيْنَهُمَا أَحَدٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئاً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
“Antara hajar Aswad dan Pintu Ka’bah disebut Multazam. Barangsiapa beriltizam di antara keduanya dan memohon kepada Allah sesuatu, niscaya Allah akan mengabulkan permohonannya.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Kubra).

2. HIJR ISMAIL ‘alaihis salam
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata,
كُنْتُ أُحِبُّ أَنْ أَدْخُلَ الْبَيْتَ فَأُصَلِّيَ فِيهِ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ يَدِي فَأَدْخَلَنِي فِي الْحِجْرِ، فَقَالَ لِي: "صَلِّي فِي الْحِجْرِ إِذَا أَرَدْتِ دُخُولَ الْبَيْتِ، فَإِنَّمَا هُوَ قِطْعَةٌ مِنْ الْبَيْتِ
“Adalah aku berkeinginan untuk masuk ke Ka’bah dan melaksanakan shalat di dalamnya. Maka Rasulullah Saw menuntunku dan memasukkanku ke dalam Hijr seraya berkata, “Shalatlah di dalamnya bila kamu ingin masuk ke Ka’bah. Sesungguhnya tempat ini adalah bagian dari Ka’bah.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkannya).

Dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra beliau berkata,
صَلُّوا فِي مُصَلَّى الأَخْيَارِ، وَاشْرَبُوْا مِنْ شَرَابِ الأَبْرَارِ. قِيلَ ِلابْنِ عَبَّاسٍ: مَا مُصَلَّى الأَخْيَارِ؟ قَالَ: " تَحْتَ الْمِيزَابِ"، قِيلَ : وَمَا شَرَابُ الأَبْرَارِ؟ قَالَ: " مَاءُ زَمْزَمَ
“Shalatlah di mushallanya orang2  baik dan minumlah minumannya orang2 baik.” Maka Ibnu ‘Abbas ditanya, “Apa yg dimaksud dengan mushallanya orang2 baik?” Beliau menjawab, “Di bawah pancuran itu.” Ditanya juga tentang apa yg dimaksud dengan minumannya orang2 baik, beliau menjawab, “Air Zamzam.”  (HR. Azraqi dalam Akhbar Makkah dengan sanad yang hasan).

3. Bukit SHOFA & MARWAH
Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)

4. Di belakang Maqam Ibrahim
Dalam kitab Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan disana”.

TEMPAT-TEMPAT MUSTAJAB DI MASJID NABAWI :
1. RAUDHAH
Terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjid Nabawi dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.
 عنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu`anhu, dari Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. MIMBAR NABI
عَنْ سَهْلٍ بن سعد رضي الله عنه أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِنْبَرِي عَلَى تُرْعَةٍ مِنْ تُرَعِ الْجَنَّةِ فَقُلْتُ لَهُ مَا التُّرْعَةُ يَا أَبَا الْعَبَّاسِ قَالَ الْبَابُ
Dari Sahl bin Sa’ad radiyallahu`anhu, dari Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Mimbarku berada di tur’ah surga.” Aku (perawi hadits, Abu Hazim) bertanya kepadanya, “Apakah yang dimaksud dengan tur’ah wahai Abal ‘Abbas?” beliau berkata, “Pintunya.” (HR. Ahmad dalam Musnad, perawinya adalah para perawi shahih).

Sumpah Di Sisi Mimbar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Sesuatu Hal yang Dahsyat;
عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَحْلِفُ أَحَدٌ عِنْدَ مِنْبَرِي هَذَا عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ أَخْضَرَ إِلاَّ تَبَوَّأَ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ أَوْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ
Diriwayatkan dari Jabir Radiyallahu`anhu, bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak seorangpun yang bersumpah dekat mimbarku ini dengan sumpah dosa walaupun demi sebuah siwak hijau (segar), melainkan ia telah mengambil tempat duduknya di nereka atau dia pasti masuk neraka” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim dengan sanad shahih).

3. MIHRAB NABI
4. TIANG ‘AISYAH
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Di dalam masjidku ada satu tiang, andaisaja  seseorang tahu keutamaannya, maka mereka akan berundi untuk bisa shalat di situ.” Setelah Rasulullah wafat para sahabat bertanya kepada Aisyah tentang tiang tersebut. Tapi beliau  enggan menyebutkannya. Ketika para sahabat telah pergi terlihat Aisyah berbisik kepada anak saudaranya yaitu Urwah bin Zubair. Setelah itu ia sering sholat di salah satu tiang di Raudhah. Dan kemudian tiang itu dikenal sebagai TIANG ‘AISYAH”
5. TIANG TAUBAT
6. BANGSAL AHLUS SUFFAH

B. THAWAF DI KA’BAH
Disunnahkan memperbanyak thowaf di luar ibadah umrah, yaitu setiap kali Memasuki masjidil Haram sebagai penghormatan (tahiyyatal Masjid) dan thowaf sunnah, karena besar keutamaanya.
Dari Ibnu Umar ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda,
مَنْ طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ أُسْبُوعًا ( أَيْ سَبْعَةَ أَشْوَاطٍ ) فَأَحْصَاهُ كَانَ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ ، لاَ يَضَعُ قَدَمًا وَلا يَرْفَعُ أُخْرَى إِلاَّ حَطَّ اللهُ عَنْهُ خَطِيئَةً وَكَتَبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةً
“Barangsiapa yang thawaf di rumah ini (Ka ‘bah) sebanyak tujuh kali dengan sempurna maka pahalanya seperti pahala membebaskan seorang budak” Dan aku mendengar beliau bersabda, “Tidaklah dia meletakkan telapak kakinya dan mengangkat yang satunya melainkan Allah menghapuskan satu dosanya dan menuliskan untuknya satu kebaikan.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadist ini hasan).

C. SHOLAT
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
صَلاَةٌ فِيْ مَسْجِدِيْ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ إلاََّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ ، وَصَلاَةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ خَيْرٌ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ
“Shalat di masjidku ini lebih utama daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram. Dan sholat di Masjidil Haram lebih baik daripada 100.000 kali sholat di tempat lain” (HR. Ibnu Majah).

Dari Utsman bin Affan Ra, Rosululloh Saw bersabda;
من صلى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل ومن صلى الصبح في جماعة فكأنما صلى الليل كله
“Barangsiapa SHOLAT ISYA’ secara berjamaah maka seolah-olah dia SHOLAT SETENGAH MALAM, dan barangsiapa SHOLAT SHUBUH secara berjamaah, maka seolah-olah ia SHOLAT SEMALAM SUNTUK.” ( HR. Muslim: 656, Abu Daud: 555, At-Tirmidzi: 221, Ahmad:I/158, shohih )

D. MENDULANG PAHALA HAJI & UMROH YANG SEMPURNA
Dari Anas bin Malik Ra, Nabi Saw bersabda;
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ،كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ، وَعُمْرَةٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa mengerjakan shalat Shubuh berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan PAHALA HAJI dan UMRAH. Rasulullah Saw mengatakan, “sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya, pent).”  (HR. At-Tirmidzi II/481 no.586)

قال الغزالي :  إن كل عمل في المدينة بألف   -  سبل السلام : 1/99
Imam Al-Ghozali menjelaskan, “Setiap amal kebaikan yang dikerjakan di Madinah dilipat gandakan menjadi 1000 kali.”  (Subulus Salam: 1/99)

E. MENDAPATKAN  RUMAH  DI SURGA
عن أبي هريرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من غدا إلى المسجد وراح ، أعد الله له نزله من الجنة كلما غدا أو راح
Dari Abu Huroiroh Ra, Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa menuju masjid di pagi dan sore hari, maka Alloh menyiapkan TEMPAT TINGGAL di SURGA, setiap kali menuju masjid baik pagi maupun sore.” ( HR.Bukhori: 662, Muslim: 669, shohih )

F. DZIKIR, MEMBACA AL-QUR’AN, I’TIKAF DAN BERBAGAI AMAL KEBAIKAN LAINNYA

G. Beberapa langkah kemudahan Haji & Umroh yang “SEMPURNA” (bukan umroh biasa):
Berdasarkan firman Alloh Swt:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ِللهِ...
     “…Maka SEMPURNAKANLAH ibadah HAJI dan UMROH karena Alloh…” (QS. Al-Baqoroh : 196)

  - Yaitu SEMPURNA:
Ø NIAT/MOTIVASI-nya
Ø ILMU-nya (Ayat/Hadits/Fiqih) tentang HAJI & UMROH secara Lengkap & Jelas
Ø
SEBELUM BERANGKAT
KEYAKINAN & KEMAUAN yang KUAT tak terbendung dan tidak mau ditunda
Ø Kejelasan Manfaat bagi pribadi/keluarga, Agama, Perjuangan/dakwah dan untuk semua orang
Ø DOA/PERMINTAAN yang MEMAKSA (ilhah) untuk mendapat hasil-hasil baiknya
Ø ISTIGHFAR & PERTAUBATAN
Ø USAHA RIIL (tabungan, celengan, infaq harian) sekecil apapun dalam rangka mendapat “RESPON” dari Allah Swt.

Ø Pelaksanaan HAJI & UMROH serta  IBADAH di HAROMAIN (MAKKAH-MADINAH)
Ø
SAAT HAJI/UMROH
Menjauhkan diri dari LARANGAN2/PELANGGARAN2
Ø OPTIMALISASI ibadah di HAROMAIN - thowaf2 sunnah, sholat, doa2 di maqom mustajabah, dzikir, tilawah, dll)
Ø Tafaqquh Fid Diin dan mengambil IBROH dari perjuangan Nabi Ibrohim membangun kota Makkah dan Rasulullah Saw membangun kota Madinah serta di setiap momentum ziarah di MASYA’IR (masjid Nabawi, Quba’, Uhud, Gua Hiro’, Gua Tsuur, Arofah, dll)

Ø HASIL ;
-          Ampunan (seperti lahir kembali)
-          Perubahan kualitas hidup dan pemahaman(dari AWAM ke SANTRI ke ULAMA’)
-          Semangat meneruskan perjuangan Rasulullah Saw untuk menyampaikan agama ke seluruh umat manusia, walaupun di mulai dengan satu ayat/hadits
-          Melahirkan visi-misi hidup dan program pembangunan KOTA/daerah Tempat Tinggal….

0 comments:

Post a Comment