AL-QUR’AN :
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ
بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ
عَمِيقٍ (27)
“Dan
berserulah kepada MANUSIA untuk mengerjakan Wajib haji, niscaya mereka
akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang
datang dari segenap penjuru yang jauh “ ( QS. AL-Hajj: 27).
وَللهِ
عَلَى النَّاسِ حِجُّ اْلبَيْتِ مَنِ اسْتَطاَعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ
فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ اْلعَالَمِيْنَ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban MANUSIA terhadap Allah, yaitu
(bagi) yang SANGGUP mengadakan (satu) perjalanan ke Baitullah. Barang
siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan
sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran : 97)
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ [البقرة:١٩٦]
Dan Sempurnakanlah Ibadah Haji Dan 'Umrah Karena
Allah.
HADITS QUDSI: TIGA UNSUR KEWAJIBAN UMROH/HAJI:
KESEHATAN, KELAPANGAN REJEKI DAN WAKTU LIMA BAHKAN EMPAT TAHUN:
عَن
أَبِي سَعِيدٍ , رَضِيَ الله عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه
وسَلَّم ، قَالَ : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ
عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ
تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.
Rasulullah Saw Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya
Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya, Aku Luaskan Rezekinya, Tetapi
Berlalu Dari Lima Tahun Dan Dia Tidak Menghandiri Undangan-Ku (Haji/Umroh),
Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terhalang (Dari Rahmat
Allah Dan Kebaikan
Tak Terbatas)”. Hr.
Ibnu Hibban Dan Dishahihkan Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Silsilat Al Ahadits Ash
Shahihah, No. 1662.
"إنَّ
عبدًا أصححتُ له بدنه، وأوسعتُ عليه في الرزق، ثم لم يَفِد إليَّ بعد أربعة أعوام
لمحروم"
. - رواه الطبراني في الأوسط، وأبو يعلى عن
أبي الدرداء وهو حديث صحيح بطرقه، وشواهده.
Artinya:
Rasulullah Saw Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya Seorang Hamba
Telah Aku Sehatkan Badannya, Dan Aku Luaskan Rezekinya,Kemudian Berlalu Kondisi
Itu Selama Empat Tahun Dan Dia Tidak Menghandiri Undangan-Ku (Haji/Umroh), Maka
Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terhalang (Dari Rahmat Allah Dan Kebaikan
Tak Terbatas)”. Hr.At_Thobrani Dan Abu Ya’la.
AS-SUNNAH AN-NABAWIYAH :
قَالَ ابْنُ
عُمَرَ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ.(صحيح
البخاري)
Sahabat Ibnu Umar ra Berkata: “Nabi saw Telah Menunaikan Ibadah Umroh
Sebelum Menunaikan Ibadah Haji”.Kitab Shahih Bukhori.
عَنْ
قَتَادَةَ، سَأَلْتُ أَنَسًا رضى الله عنه كَمِ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله
عليه وسلم قَالَ: أَرْبَعٌ عُمْرَةُ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي
الْقَعْدَةِ، حَيْثُ صَدَّهُ الْمُشْرِكُونَ، وَعُمْرَةٌ مِنَ الْعَامِ
الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، حَيْثُ صَالَحَهُمْ، وَعُمْرَةُ الْجِعْرَانَةِ
إِذْ قَسَمَ غَنِيمَةَ أُرَاهُ حُنَيْنٍ. قُلْتُ كَمْ حَجَّ قَالَ وَاحِدَةً.-
رواه البخاري.
Dari
Qotadah,Saya Bertanya Kepada Sahabat Anas Ra,Berapa Kali Nabi Saw Menunaikan
Ibadah Umroh ? Beliau Menjawab: “Empat Kali Umroh,1-Umroh Perjanjian
Hudaibiyyah Dibulan Dzul Qo’dah,Saat Dihadang Oleh Orang-Orang Musyrik,2-Umroh
Tahun Berikut Nya Dibulan Dzul Qo’dah,Sesuai Kesepakatan Sebelumnya,3-Umroh
Dari Ji’ronah, Ketika Beliau Membagi-Bagikan Ghanimah
(Harta Rampasan Perang). Aku Menduga Yg Dimaksudnya Adl Ghanimah Perang Hunain.-
Qotadah Bertanya: Berapa Kali Nabi Saw Berhaji ? Anas Ra Menjawab: Satu
Kali-Sekaligus Berumroh Yg Ke4-. HR Bukhori
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ . " جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ
وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ "- سنن النسائي وحسنه الألباني
Rasulullah saw Bersabda: “Jihadnya Orang
Tua,Anak Kecil,Orang Lemah/Dluafa’,Dan Wanita Adalah HAJI dan UMROH”. HR
An_Nasa’i.
عَنِ
ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَعْجَّلُوا
إِلَى الْحَجِّ – يَعْنِى الْفَرِيضَةَ – فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِى مَا
يَعْرِضُ لَهُ ». رواه أحمد
Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu
‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Bersegeralah menunaikan haji yaitu yang wajib, karena sesungguhnya kalian
tidak mengetahui apa yang akan menghadang baginya”. HR. Ahmad dan
dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Irwa Al Ghalil, 990.
قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ أَرَادَ
الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ
الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ ».
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Bersabda: “Barangsiapa Yang Ingin Pergi Haji Maka Hendaklah Ia Bersegera,
Karena Sesungguhnya Kadang Datang Penyakit, Atau Kadang Hilang Hewan Tunggangan
Atau Terkadang Ada Keperluan Lain (Mendesak)”. HR. Ibnu Majah Dan Dihasanka
Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Shahih Al Jami’, No. 6004.
قَالَ
ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : لَيْسَ أَحَدٌ إِلاَّ
وَعَلَيْهِ حَجَّةٌ وَعُمْرَةٌ - صحيح
البخاري
Sahabat Ibnu Umar ra Berkata: “Tidak ada seorang
muslim pun kecuali yang bersangkutan berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji
dan umroh, (masing-masing satu kali)”. (HR Bukhori).
قَالَ
ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : إِنَّهَا لَقَرِينَتُهَا فِي كِتَابِ
اللَّهِ: وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ- صحيح البخاري
Sahabat Ibnu
Abbas ra Berkata: “Sungguh kewajiban umroh itu setingkat dengan kewajiban
ibadah haji di dalam kitab Allah/Al-Quran,sesuai dengan firman Allah: “…dan
sempurnakanlah ibadah haji dan ibadah umroh karena Allah semata”. (HR Bukhori).
UMAR BIN
KHATAB RA MENGATAKAN: MEREKA BUKAN ORANG ISLAM… 3X..SILAHKAN MATI SEBAGAI YAHIDI/NASHRANI.
لَقَدْ
هَمَمْتُ أَنَّ أَبْعَثَ رِجَالًا إِلَى هَذِهِ الْأَمْصَارِ فَيَنْظُرُوا كُلَّ
مَنْ كَانَ لَهُ جَدَّةٌ فَلَمْ يَحُجَّ، فَيَضْرِبُوا عَلَيْهِمُ الْجِزْيَةَ مَا
هُمْ بمسلمين، ما هم بمسلمين
“Sesungguhnya
Saya Berkeinginan Bisa Mengutus Sekelompok Orang Ke Daerah-Daerah. Mereka
Mencari Orang Yang Punya Kemampuan Tetapi Tidak Pergi Haji, Untuk Menjatuhkan
Jizyah (Upeti) Kpeada Mereka. Mereka (Yang Semacam Ini) Bukanlah Muslim, Mereka
Bukanlah Muslim.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/85) Hr. Said Bin
Mashur, Dishahihkan (Jalurnya) Oleh Ibnu Hajar Dalam Talkhis Habir,
Secara MauqufDalam riwayat yang lain,
وفي
رواية أنه قال: ليمت يهودياً أو نصرانياً – يقولها
ثلاث مرات – رجل مات ولم يحج، ووجد لذلك
سعة، وخُلِّيت سبيله
“Hendaknya Mereka
Mati Dalam Keadaan Yahudi Atau Nashrani –Dikatakan Tiga Kali- Seorang Yang Mati
Kemudian (Sengaja) Tidak Berhaji, (Padahal) Ia Mendapat Keluasan (Rezeki) Dan
Jalan Yang Aman Tanpa Penghalang.” Hr. Baihaqi, Dishahihkan
(Jalurnya) Oleh Ibnu Hajar Dalam Talkhis Habir
Maaf kak mau titip info Tips Masuk ke Masjidil Haram
ReplyDelete