JALAN CEPAT SAMPAI KE BAITULLAH



(DENGAN RAHMAT ALLAH SEMATA)

1- Perintah Nabi Muhammad saw: yang sudah punya irodah/keinginan, maka hendaklah disegerakan
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ ».
Rasulullah Saw Bersabda: “Bangsiapa yang telah berkeinginan haji maka hendaklah ia segerakan, karena bisa jadi akan datang penyakit, atau hilang kekayaannya atau ada keperluan lain (mendesak)”. HR. Ibnu Majah,Dihasankan Oleh Al Albani.

        

  • Keinginan/kehendak/irodah adalah mata rantai kedua dari empat mata rantai produktifitas, setelah ilmu:


2- Hukuman Bagi Yg Melewati Batas Toleransi Lima Bahkan Empat Tahun: TERHALANG DARI KEBAIKAN YG TIDAK TERBATAS.
قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.
 Rasulullah Saw Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku (haji/umroh), maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalang (dari kebaikan tak terbatas)”. (HR. Ibnu Hibban Dan Dishahihkan Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, No. 1662.)

"إنَّ عبدًا أصححتُ له بدنه، وأوسعتُ عليه في الرزق، ثم لم يَفِد إليَّ بعد أربعة أعوام لمحروم". رواه الطبراني وعبد الرزاق من حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه. وهو حديث صحيح بطرقه، وشواهده.

Artinya: Rasulullah Saw Bersabda: “Allah Berfirman: “sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, dan aku lapangkan rezekinya, kemudian berlalu kondisi itu selama empat tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku (haji/umroh), maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalang (dari kebaikan tak terbatas)”. (HR. At_Thobrani.)

3- Kesempurnaan nikmat dan karunia Allah kepada manusia adalah agama islam yang kamil/sempurna.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا  [المائدة:٣]

Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah ku-ridhai islam itu jadi agama bagimu.(QS. Al-Maidah: 3)

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ. (رواه الترمذي ومسلم )

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah Bin Umar Bin Al-Khottob ra Dia Berkata : Saya mendengar rasulullah saw bersabda : islam dibangun diatas lima perkara; bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi Dan Muslim)

4. Perintah bercepat-cepat dan berlomba dalam kebaikan: didalam umroh dan haji tergabung semua kebaikan.
Allah Ta’ala berfirman,
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
Berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al Baqarah: 148). Maksud ayat ini kata Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin adalah jadilah yang nomor satu dalam melakukan kebaikan. (Syarh Riyadhus Sholihin, 2: 6).

Begitu juga Allah Ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133).

5- Hadits Qudsi: JIKA MENDEKAT KEPADAKU SEJENGKAL, AKU MENDEKATINYA SEHASTA.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku Kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

6. Kaidah Fiqih Mengatakan:
(( الأَمْرُ بِالشَّيْءِ أَمْرٌ بِلَوَازِمِهِ ))
“Perintah untuk melakukan suatu amalan,berarti sekaligus perintah untuk melakukan semua kelaziman yang menopangnya/sebab-sebabnya.”

Perintah menunaikan kewajiban umroh, berarti perintah melakukan semua sebab yang disyariatkan agar dimampukan menjalankannya dengan sempurna,seperti:
§  Mempelajari ilmu dan fiqih umroh dan haji, mulai perintah dan panggilan umroh dan haji, tujuan dan keutamaanya, tata caranya, hingga seberapa kebutuhan kita kepadanya sampai-sampai Allah memuji mereka yang mau bersusah payah berjalan kaki untuk memenuhi panggilan itu.
§  Berdoa dan meminta kepada Allah agar dimampukan, dimudahkan dan diberi umroh dan haji yang sempurna, baik ilmunya, kemauan, performa pelaksanaan nya hingga hasil-hasilnya.
§  Berdoa dan minta kepada Allah agar diberikan kesehatan, kebugaran dan kekuatan yang sempurna,selain berikhtiar secara fisik.
§  Menyisihkan sebagian rejeki –sekecil apapun-untuk keperluan itu,dan sebisa mungkin itu sebagai amalan harian.
§  Memperbanyak istighfar dan taubatan nashuha, setiap hari dan bahkan disetiap majelis seperti dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw.
§  SEGERA MEMBUAT PASPOR.
§   Memperbaiki Niat Dan Motivasi Secara Terus Menerus, Diantaranya:
a- Melakukan semua usaha diatas bahkan lebih dari itu untuk direspon oleh Allah dan respon Allah itulah yang kita maksud/tuju akan memberi manfaat..dan bukan dzat amalan-amalan itu serta hasil-hasil aslinya yang kita kehendaki.
b- Mendedikasikan umroh dan haji,bahkan seluruh amal islam kita untuk menolong agama allah dan untuk memberi kemanfaatan kepada semua manusia..bukan untuk mendapat kebaikan bagi diri dan keluarga sendiri saja.
c- Menjadikan umroh dan haji sebagai puncak kesuksesan memberi kemanfaatan bagi semua manusia, dan na’udzu billahi min dzalik jangan sampai umroh dan haji ini sebagai puncak kerugian dunia_akhirat,karena kekurangan ilmu dan motivasi yang benar.
d- Menjadikan momentum berkunjung kekota suci Makkah dan Madinah, bahkan insya Allah masjidil aqsha, untuk belajar pada pengalaman nabi ibrahim as dan nabi muhammad saw dalam membangun kota mereka, guna kita mendapat taufiq dari Allah dalam membangun kota dan daerah tinggal dan perjuangan kita masing-masing agar menjadi pusat kebaikan dan perbaikan dunia dengan rahmat allah semata.

§   SELAMAT BERJUANG MENJEMPUT PERTOLONGAN ALLAH.

0 comments:

Post a Comment