Sebelum Islam masuk ke Madinah (Yatsrib), ia adalah kota yg RUSAK
oleh ulah penduduknya sendiri ( suku Aus & Khozroj + Yahudi )
Setelah Islam masuk & namanya diubah menjadi MADINAH
AL-MUNAWWAROH,
Maka ia tidak saja berubah menjadi BAIK/LEBIH BAIK bahkan menjadi
PUSAT KEBAIKAN & PERBAIKAN ORANG, KELUARGA, MASYARAKAT, KOTA/DAERAH di
seluruh dunia.
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
الْمَدِيْنَةُ قُبَّةُ اْلإِسْلاَمِ, وَدَارُ
اْلإِيْمَانِ, وَأَرْضُ الْهِجْرَةِ,
وَمُبَوَّأُ الْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ) المعجم الأوسط للطبراني(
“Madinah
adalah kubah-nya islam, rumah-nya iman, bumi hijrah, singgasana-nya halal &
haram.” (HR. Ath-thabrani dalam Awsath al Mu’jam).
Oleh
karena itu Nabi Saw mengundang kita untuk dating ke Madinah khususnya ke Masjid
NABAWI dalam rangka BELAJAR KEBAIKAN & MENGAJARKANNYA:
مَنْ جَاءَ مَسْجِدِيْ هَذَا لَمْ يَأْتِهِ
إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْيُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ
الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ
بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ
dari
abu hurairah ra, dari rasulullah saw, beliau bersabda, “barangsiapa datang
ke masjidku ini (masjid nabawi), dia tidak datang kecuali; dengan motivasi
untuk mempelajari satu kebaikan tertentu, atau dengan motivasi untuk mengajarkan
satu kebaikan tertentu maka kedudukan dia seperti seorang pejuang di jalan Allah.
Barangsiapa yang kedatangannya (ke masjid Nabawi) dengan motivasi selain itu,
maka dia hanyalah seperti orang yang melihat-lihat kekayaan orang lain.” (HR.
Ibnu Majah, dishahihkan Syeikh Al-Albani)
BEBERAPA PELAJARAN “KEBAIKAN” :
1. Semua
kebaikan ada di tangan Allah Swt, dan Allah memberikannya kepada orang-orang
yang dikehendaki-Nya:
بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيْرٌ )آل عمران:62
(
“Di tangan
Engkaulah segala KEBAIKAN. Sesengguhnya Engkau Makhkuasa atas segala sesuatu.” (QS.
Ali ‘Imran: 26)
2. Semua KEBAIKAN sudah dikemas ALLAH Swt dalam bentuk
AJARAN AGAMA ISLAM dan ia menjadi SOLUSI dari semua KELEMAHAN manusia &
KETERBATASANNYA:
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ
اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى ( طـه: 123(
“Maka jika datang kepadamu petunjuk
daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjukKu, ia tidak akan sesat
&tidak akan celaka.” (QS. Thoha: 123)
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ
مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Dan barangsiapa berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS.
Thoha: 124)
3.
Perubahan NASIB & REALITAS yang KURANG BAIK itu dimulai dari perubahan di
dalam DIRI & JIWA kita menuju KELUARGA & SEMUA MANUSIA :
إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى
يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya
Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang
ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
فَمَنْ يُرِدِ اللهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلامِ وَمَنْ
يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي
السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
“Barangsiapa yg Allah menghendaki akan
memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya utk (memeluk
agama) Islam. Dan barangsiapa yg dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah
menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.
Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-2 yg tidak beriman” (QS.
Al-An’am: 123)
قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا
أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلاَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ
الْمُبِينُ
“Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang
yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya
pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS.
Az-Zumar: 15)
4. Agama ISLAM akan MENGUNGGULI agama lain & akan
MENYEBAR ke semua tempat yg dijangkau oleh siang & malam serta lintas
generasi:
عن تميم الداري رضي الله
عنه قال: سمعت رسول الله يقول: لَيَبْلُغَنَّ هَذَا اْلأَمْرُ مَا بَلَغَ
اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلاَ يَتْرُكُ اللهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ إِلاَّ
أَدْخَلَهُ اللهُ هَذَا الدِّيْنَ بِعِزِّ عَزِيْزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيْلٍ عِزًّا
يُعِزُّ اللهُ بِهِ اْلإِسْلاَمَ وَذِلاًّ يُذِلُّ اللهُ بِهِ الْكُفْرَ (أخرجه أحمد وغيره وصححه الألباني)
“Agama Islam ini akan menjagkau semua
tempat yg dijangkau oleh malam & siang. Dan Allah tidak menyisakan satu
rumah pun, baik yg terbuat dari tanah liat maupun dari bulu binatang, kecuali
Allah akan memasukkan agama Islam ke dalamnya meskipun dgn resiko memuliakan orang mulia dan
menghinakan orang hina, kemuliaan yg dijadikan oleh Allah sbg bukti kemuliaan
Islam dan kehinaan yg dijadikan oleh Allah sbg bukti kehinaan sifat kufur.” (HR. Ahmad)
إِنَّ اللهَ زَوَى لِيَ اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ
مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا, وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِيْ
مِنْهَا )رواه مسلم
(
Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh Allah
telah menyatukan semua bagian bumi ini, sehingga aku bisa melihat batas timur
dan barat. Dan sungguh kekuasaan umatku akan menjangkau semua
tempat tersebut.” (HR. Muslim).
5. Diantara
syarat agar DIKEHENDAKI KEBAIKAN TAK TERBATAS, adalah memiliki PEMAHAMAN MENDALAM terhadap AGAMA.
Siapapun ingin memahami agama ini secara
mendalam, maka harus meminta-nya secara benar kepada Allah & belajar dengan
benar kepada ahli-nya yang kompeten untuk dirujuk.
قال حميدبن عبد الرحمن سمعت معاوية خطيبا يقول: سمعت النبي صلى الله عليه
وسلم يقول: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Barangsiapa yg
ALLAH kehendaki KEBAIKAN (tanpa batas/unlimited) dengan/melalui dia, maka ALLAH
memberikan kepadanya PEMAHAMAN AGAMA secara MENDALAM.” (HR.
Bukhari – Muslim)
6.
Rasulullah Saw dahulu mengajarkan AGAMA/ KEBAIKAN itu: kapan pun & di mana
pun, selagi diyakini beliau sebagai
situasi & kondisi yang tepat. Hanya
saja Masjid Nabawi adalah “PUSAT UTAMA” pengajaran beliau. Karenanya, meskipun
banyak keutamaan dari Masjid Nabawi, beliau sangat menekankan agar seorang yg
datang ke Masjid beliau itu membawa motivasi utama untuk
MEMPELAJARI/MENGAJARKAN kebaikan tertentu.
BEBERAPA
KEBAIKAN YANG LAIN:
- HAJI & UMROH (Agama ISLAM), itu MUDAH
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ )رواه البخاري(
“Sesungguhnya
Agama Islam itu MUDAH.” (HR. Bukhori)
عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال: قلت يا
رسول الله أخبرني بعمل يدخلني الجنة ويباعدني من النار, قال: لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ
عَظِيْمٍ وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ: تَعْبُدُ
اللهَ لاَتُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمُ
رَمَضَانَ, وَتَحُجُّ الْبَيْتَ )رواه الترمذي, وقال حديث حسن صحيح (
Dari Mu’adz bin jabal ra bertanya, “Wahai
Rasulullah, kabarkan kepadaku suatu amalan yg bisa memasukkanku ke surga dan
menjauhkanku dari neraka.” Beliau bersabda, “Engkau telah menanyakan satu
perkara yg AGUNG (sulit). Akan tetapi itu akan menjadi sesuatu yg MUDAH bagi
mereka yg dimudahkan oleh Allah: Beribadahlah kpd Allah dan jangan engkau
sekutukan Dia dgn apapun, Tegakkan sholat, Tunaikan zakat, puasalah di bulan Ramadhan
dan berhajilah ke Baitullah.” (HR. At-tirmidzi).
- Perintah MUTABA’AH & DAWAM dalam HAJI & UMRAH
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ
وَالذُّنُوْبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرَ خَبَثَ الْحَدِيْدَ
)أخرجه النسائي(
“Iringilah ibadah HAJI dan UMRAH dgn
ibadah HAJI & UMRAH lainnya. Karena sesunggunya keduanya bisa mengikis
kefakiran dan dosa sebagaimana tukang pandai besi mengikis karat yg ada dalam
besi.” (HR. An-Nasa’i)
- HAJI
& UMROH itu UNDANGAN untuk MENDAPATKAN semua KEMANFAATAN DUNIAWI & UKHROWI
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ
يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ
اللهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan berserulah kepada manusia untuk
mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan
mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,supaya
mereka menyaksikan (MENDAPAT) berbagai MANFAAT (dunia & akhirat) bagi
mereka dan supaya mereka MENYEBUT NAMA
ALLAH pada hari yang telah ditentukan …”(
QS. AL-Hajj: 27-28 )
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
: الْغَازِي فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَجُّ
وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُمْ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ) رواه ابن ماجه, و حديث حسنه الألباني(
“Orang yang berjuang di jalan Allah, orang yang berhaji
dan orang yang berumroh mereka adalah delegasinya Allah, Allah telah mengundang
mereka, dan mereka memenuhi undangan tersebut. maka ketika mereka meminta (apa
pun/ berapa pun), Allah segera
memberikannya kepada mereka.” (HR.
Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al-Albani)
0 comments:
Post a Comment